Berita‎ > ‎

Ini Cara Menabung di Bank Sampah Hijau Lestari

diposting pada tanggal 9 Feb 2016 03.17 oleh Shinta Ratna Dewi   [ diperbarui 22 Feb 2016 20.37 oleh Info Hijau Lestari ]

3 program LSM Hijau Lestari
BANDUNG (21/10/2015) - Banyak pertanyaan soal cara dan manfaat bergabung bersama bank sampah. Ketua LSM Hijau Lestari Elis Solihat (42) merinci bagaimana skema menabung sampah yang dianungi Hijau Lestari.

"Warga awalnya memilah sampah rumah tangga yang terdiri organik, anorganik dan residu. Setelah itu kumpulkan sampah anorganik sesuai jenisnya. Warga langsung mendaftarkan diri sebagai nasabah bank sampah," ucap Elis.

Lebih lanjut Elis menuturkan, nasabah bisa mendatangi tempat yang dijadwalkan pengelola bank sampah dengan membawa sampah anorganik yang sudah dipilah. "Lalu petugas bank sampah akan menimbang dan mencatat hasil penjualan nasabah di buku tabungan," katanya.

"Sampah-sampah nantinya diangkut ke pengepul. Selanjutnya, sampah dijual ke bandar," tambah alumnus Peternakan Unpad ini.

Apa saja yang bisa dijual ke bank sampah? Elin mencontohkan aneka sampah seperti kertas, kardus, karung semen, gelas plastik, besi, galon, mainan, alumunium, seng, stainles dan alat-alat elektronik.

"Ke depan, bagusnya tiap RW ada bank sampah, sehingga tiap kecamatan yang mengelolanya," ujar Elis.

Soal daftar harga sampah yang diterapkan, menurut Elis, nilainya bervariasi. Untuk harga kertas macam koran, arsip dan kertas semen, pengelola unit bank sampah membeli dari nasabah senilai Rp 1.000 perkilogram. Sampah tersebut dibeli lagi oleh Hijau Lestari dari unit bank sampah seharga Rp 1.400 perkilogram. Untuk botol plastik bening, pengelola unit bank sampah membeli dari warga senilai Rp 2.800, sementara pembelian barang serupa dari pengelola dibanderol Rp 3.500.

"Intinya, pengelola mendapatkan duapuluh persen. Nasabah juga dapat uang. Kini sampah jadi berkah," ucap Elis.

Kiprah Hijau Lestari menggerakan bank sampah di Bandung mendapatkan perhatian dari pemerintah dan perusahaan. Guna menunjang aktivitas bank sampah Hijau Lestari, BPLHD Kota Bandung menyumbang satu sepeda motor pengangkut sampah. Benda serupa pun didapat dari program CSR PT PLN. Tak ketinggalan, Bank bjb berkontribusi menyediakan satu unit mobil pengangkut sampah. Saat ini sudah ada 100 unit bank sampah dengan 2 ribu nasabah di Kota Bandung.

Comments