Bank Sampah


Bank Sampah tercetus sebagai konsep pengelolaan sampah yang saat ini sedang tren di Indonesia. Konsep ini muncul sebagai solusi untuk memecahkan permasalahan sampah yang sampai sekarang belum dikelola secara optimal. 

Pengelolaan sampah pola lama mengandalkan proses pengangkutan dan pemindahan sampah ke tempat pembuangan akhir. Lama-lama pola lama menjadi tidak efektif, seiring membesarnya volume sampah akibat aktivitas sehari-hari warga yang semakin beragam dan semakin menyempit lahan pembuangan akhir sampah. Hal ini akibat sampah belum dipilah, hanya dicampur dan dibuang.

Lain cerita bila sampah dikelola dengan konsep bank sampah. Paling tidak ada 5M yang perlu dilakukan dengan konsep ini: mengurangi, memilah, memanfaatkan, mendaur ulang, dan yang terakhir menabung sampah. Uraian ini terdapat di kolom tulisan berjudul Kultwit Sampah Bukan Masalah, Sampah Penuh Manfaat.

Menabung sampah sebagai unsur M yang terakhir tentu dilakukan di bank sampah. Maksud menabung sampah ialah sampah yang telah dipilah sesuai jenisnya (anorganik dan organik) di rumah / tempat asal disetorkan (jenis sampah anorganik) ke bank sampah untuk ditimbang dan dihargai. Lalu setoran sampah yang telah mendapatkan harga tersebut dicatatkan nilainya dalam buku tabungan atau rekening bank sampah online. Sampah yang terkumpul di bank sampah lalu akan diangkut ke pengepul sampah. Selain diangkut ke pengepul sampah, kini Hijau Lestari juga tengah menyiapkan HL Recycling Center guna memproses sampah anorganik lebih lanjut.

Jenis sampah anorganik yang dihargai bisa dibaca di halaman Katalog Bank Sampah.

Katalog Bank Sampah

Jenis ItemHarga (dalam rupiah)
ALPAN / alumunium panci (tutup panci, panci, ketel, jemuran) 5500 
ARO / Alumunium (logam bekas minuman soda) 5000 
Arsip 1000 
BB / botol beling 150 
Besi AS (kunci gembok, ...) 800 
Besi super  
Box / dus tebal 1000 
CD / kertas buram 800 
CPU (komputer, ...) 20000 
Cup A / gelas plastik (bersih, bebas dari warna lain / label) 4000 
Menunjukkan 10 unsur dari halaman Katalog Bank Sampah yang terurut menurut Jenis Item. Tampilkan lainnya »
 
Secara umum alur kerja bank sampah dapat digambarkan sebagai berikut.


Semenjak didirikan hingga saat ini, LSM Hijau Lestari telah mengelola lebih dari 100 unit Bank Sampah Hijau Lestari yang lokasinya tersebar di Kota Bandung. Dua ribu nasabah telah menyetorkan sampahnya di unit Bank Sampah Hijau Lestari terdekat, seperti yang telah diberitakan oleh Detiknews di artikel berita berjudul Kelola 100 Bank Sampah dengan 2 Ribu Nasabah

Sebagian unit Bank Sampah Hijau Lestari yang memiliki nasabah banyak dan volume transaksi besar juga telah menerapkan Sistem Online Bank Sampah. Kegiatan Bank Sampah Hijau Lestari bisa dibaca dan diikuti di halaman Kegiatan Bank Sampah.

Diharapkan dengan semakin luasnya penerimaan dan penerapan konsep bank sampah, digabungkan dengan konsep pengolahan sampah organik terpadu seperti biopori, biodigester, sampah yang mulanya masalah berubah menjadi manfaat dan berkah. Khusus untuk konsep pengolahan sampah organik menggunakan biodigester, Sobat bisa mengunjungi halaman Unit Pengolah Sampah.

Tertarik membuka unit baru bank sampah Hijau Lestari? Silahkan ikuti panduan dan prosedurnya di halaman Cara Buka Unit Baru.

Per bulan Februari 2016 ada pilihan lain bagi masyarakat selain menabung sampah di bank sampah Hijau Lestari. Sampah yang dibawa bisa ditukarkan dengan voucher belanja HL Ecomart. Bagaimana caranya? Silahkan Sobat kunjungi halaman tentang HL Ecomart.